Tampilkan postingan dengan label dana pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dana pendidikan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Januari 2014

Mengapa anda butuh asuransi pendidikan

Asuransi Pendidikan Prudential untuk Buah Hati Anda
 
Sadarkah anda bahwa biaya pendidikan akan meningkat hingga 100% dalam 10 tahun mendatang ? Banyak sekali para orang tua yang kurang tanggap akan hal ini, oleh karena itu segeralah persiapkan dana pendidikan anak anda sedini mungkin agar impian dan cita-cita anak anda terpenuhi kelak.
Suatu kebanggaan bagi para orang tua apabila dapat mewujudkan cita-cita anaknya, namun bagaimana dengan para orang tua yang tidak mampu mewujudkan impian dan cita-cita anaknya? terkadang anak-anak tidak bisa melanjutkan pendidikan, atau pun kalau melanjutkan tidak sesuai dengan cita-cita anak disebabkan kurangnya dana pendidikan yang tersedia.
Untuk menghindari hal tersebut, alangkah baiknya bila anda segera mempersiapkan tabungan pendidikan untuk anak anda sejak dini. Banyak diantara para orang tua menabung dananya di Bank dengan besar tabungan ala kadarnya, tanpa memperhatikan tujuan ataupun besar biaya yang akan dikeluarkan kelak. Bagaimana jika terjadi suatu resiko dalam menabung, anda atau anak anda kurang beruntung, Misalkan Sakit dan harus dirawat di rumah sakit, setidaknya, dana tabungan akan diambil bukan untuk biaya perawatan rumah sakit, tidakkah tabungan anda akan berkurang? Sudahkah anda memikirkan resiko tersebut ?
Apalagi jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada orang tua (bisa ayah atau ibu) sebagai pencari nafkah, misalnya sakit kritis, cacat tetap atau bahkan meninggal. Tabungan yang semula untuk tujuan pendidikan harus mau tidak mau dikorbankan, dan selanjutnya bisa dipastikan tidak ada lagi tabungan pendidikan yang tersedia. Akhirnya impian dan cita-cita anak anda pun harus jadi korban dan hanya tinggal dalam sebuah mimpi.
Tentunya Anda tidak mau hal ini terjadi pada diri Anda dan keluarga bukan?
Syukurlah sekarang sudah ada Solusi untuk masalah diatas. Dimana dengan mengikuti asuransi pendidikan prudential, dana pendidikan untuk anak anda akan “AMAN” dan pastinya “SELALU TERSEDIA” saat kita butuhkan. Mengapa demikian ? Karena dengan menabung di Asuransi Pendidikan Prudential anda juga mendapatkan PROTEKSI, baik kesehatan, cacat tetap, sakit kritis atau pun meninggal, TANPA mengurangi jumlah tabungan yang kita setor. jadi kita Menabung sekaligus terlindungai, Untung Bukan ?
Contoh kasus Menabung di Asuransi Pendidikan Prudential :
Budi (anak) usia : 5 tahun dan Pak Arif (ayahnya) usia : 30 tahun
Disini Pak Arif mempunyai rencana Menabung untuk Biaya Pendidikan dengan menempatkan dananya di Asuransi Pendidikan Prudential dengan premi perbulan Rp 1 juta (atau 12 juta setahunnya), berencana menabung selama 10 tahun saja.
Manfaat yang diperoleh dari Asuransi Pendidikan Prudential yaitu :
Nilai tunai : Pada saat usia Budi 18 tahun (masuk kuliah) tersedia dana Rp 212,770,000,- dan jika dibiarkan saja atau baru mengambilnya pada saat usia Budi 25 tahun, dana anda berkembang menjadi Setengah Milyar atau tepatnya Rp 519,718,000,-, dan bila dana tersebut tidak diambil, maka bisa menjadi Rp 2,026,000,000 yang dapat digunakan untuk modal usaha atau lainnya. jadi hanya dengan Menabung 1 juta tiap bulan selama sepuluh tahun bisa menghasilkan setengah milyard bahkan lebih.
Manfaat Perlindungan :
- Jika dalam perjalanan menabung Budi kurang beruntung misal sakit dan harus rawat inap, maka Asuransi Pendidkan Prudential akan memberikan biaya rawat inap, baik biaya kamar, biaya dokter, aneka perawatan, dan biaya sebelum masuk Rumah Sakit, Selama dan setelah masuk rumah sakit, maksimum Rp. 215.000.000 / tahun.
- Manfaat uang pertanggungan, apabila tertanggung meninggal dunia, maka akan mendapat dana santunan (warisan) bagi keluarga yang ditinggalkan, sebesar Rp. 240.000.000
- Disamping itu jika orang tua (Pak Arif) mengalami resiko misalnya Cacat Tetap, Sakit Kritis atau bahkan meninggal maka selanjutnya Asuransi Pendidikan Prudential yang akan mengambil alih tabungan untuk Budi, dengan menabungkan Rp. 1000.000/bulan sampai dengan usia Budi 25 tahun, jadi dana pendidikan Budi tetap aman.
Jadi bisa disimpulkan, apapun resiko atau masalah yang terjadi, baik yang menimpa si ANAK atau ORANG TUA, maka DANA PENDIDIKAN akan selalu tersedia, pada saat ANDA membutuhkannya.

Untuk konsultasi mengenai asuransi pendidikan untuk anak anda, hubungi saya di 085 755 034 062 atau pin BMM 750B4666

Rabu, 26 Desember 2012

Tabungan Asuransi Pendidikan Prudential


Pastikan putra-putri Anda meraih cita-citanya.
Biaya pendidikan yg meningkat setiap tahun tidak mungkin dihindari. Tabungan Asuransi Pendidikan Prudential solusi terbaik bagi rencana pendidikan putra-putri Anda.
Dengan  Tabungan Asuransi Pendidikan Prudential,  Anda tidak perlu khawatir dengan masa depan anak Anda. Kebutuhan dana tunai yang besar saat memasuki usia kuliah, dan perlindungan terhadap orang tua, merupakan beberapa kelebihan yang dapat diberikan melalui asuransi pendidikan yang dikelola oleh Prudential.

Perbandingan  Tabungan Asuransi Pendidikan Prudential dengan Tabungan di Bank
Tabungan Asuransi Pendidikan Prudential (Investasi Dana Pendidikan)
1. Perkembangan investasi rata-rata (20%)/th diatas inflasi (±10%)/th.
2. Menjamin tujuan investasi tercapai, karena ada perlindungan terhadap orang tua sebagai pencari nafkah atau beasiswa dari Prudential jika terjadi resiko (meninggal, sakit kritis, dan cacat tetap dan total) Prudential yang akan melanjutkan dana pendidikan bagi anak Anda.
3. Dapat digabungkan dengan manfaat perlindungan Rumah Sakit.
Tabungan di Bank
1. Perkembangan investasi rata-rata (3%)/th dibawah inflasi (±10%)/th
2. Tidak ada jaminan tujuan investasi tercapai, karena tidak ada perlindungan terhadap orang tua sebagai pencari nafkah, jika terjadi resiko (meninggal, sakit kritis, dan cacat tetap dan total) tidak ada yang akan melanjutkan dana pendidikan bagi anak Anda.
3. Tidak ada manfaat perlindungan Rumah Sakit.
Dengan  Tabungan Asuransi Pendidikan Prudential,  Anda tidak perlu khawatir dengan masa depan anak Anda. Kebutuhan dana tunai yang besar saat memasuki usia kuliah, dan perlindungan terhadap orang tua, merupakan beberapa kelebihan yang dapat diberikan melalui tabungan asuransi pendidikan yang dikelola oleh Prudential.
Contoh mengihtung biaya pendidikan anak :
Cita-cita ingin menyekolahkan anak di universitas terbaik.
Biaya kuliah saat ini di universitas terbaik: saat ini Rp 150 juta.
Usia anak saat ini  2 tahun.
Berapa besar dana yang dibutuhkan pada saat anak akan kuliah di usia 18 th ?
( 16 tahun kemudian ) atau tahun 2028 ?
Kami akan bantu Anda menghitungkan biaya Pendidikan Anak sehingga tujuan Pendidikan tercapai.

Senin, 14 November 2011

Baiknya Kapan Memulai Tabungan Pendidikan Anak?



Peningkatan biaya pendidikan seakan tak mengenal kata berhenti. Setiap 1-2 tahun, terlihat kenaikan biaya pendidikan. Jika Anda berencana memiliki anak dalam beberapa tahun ke depan, mulailah untuk menabung dan berinvestasi sedini mungkin, karena menurut Mohammad B. Teguh, Independent Financial Planner dari Quantum Magna Financial, dalam talkshow yang digelar di Bidakara Wedding Expo 6, beberapa waktu lalu, inflasi biaya pendidikan bisa meningkat sekitar 18-20 persen per tahun. Artinya, jika mengandalkan tabungan  yang mengendap dengan jumlah seadanya, akan sulit untuk mengejarnya.

"Tak pernah ada kata terlambat untuk mulai berinvestasi. Semakin cepat berinvestasi, semakin baik. Artinya, semakin waktunya lama, load-nya semakin kecil, karena waktunya panjang. Misalnya, kita sejak sebelum menikah sudah menyiapkan dana pendidikan untuk anak, maka jangka waktunya panjang, jadi mencicilnya bisa dilakukan sedikit-sedikit. Sementara kalau anak sudah umur 3 tahun baru mencicil, jangka waktunya sudah pendek semua. Jadi, kita tidak bisa memilih investasi dengan gain atau yang risikonya tinggi. Misal, kita tahu anak akan masuk sekolah di usia 6 tahun, uang masuk dari sekolah yang kita tuju Rp 20 juta, kan berbeda cara menabungnya jika kita mulai menabung dari usia 32 tahun dengan saat usia 45 tahun," jelas Teguh. 


Ambil asumsi, Anda baru berencana menikah, akan lebih baik jika sudah memikirkan biaya pendidikan anak. "Kebanyakan calon pengantin hanya memikirkan biaya keuangan untuk hari pernikahan. Namun, yang lupa dilihat adalah usai pernikahan akan banyak kebutuhan bersama yang butuh pembiayaan, termasuk biaya sekolah anak. Misalkan, Anda akan menikah tahun depan, dalam 2 tahun ke depan akan ada anak yang lahir. Jika diperhitungkan, mungkin sekitar 6 tahun dari sekarang, si anak akan mulai masuk TK, lalu 3 tahun setelahnya, ia akan masuk SD, yang artinya, dalam waktu 15 tahun dari sekarang. Lalu lagi ia akan masuk SMP, dan seterusnya. Siapkan sejak dini biayanya, maka Anda tidak akan menyiapkan uang dalam jumlah besar mendadak," jelas Teguh. 

"Misal si anak ingin Anda sekolahkan di sebuah sekolah yang biaya masuknya sekitar Rp 20 juta, dan itu masih ada sekitar 5 tahun lagi, biaya tersebut harus dipikirkan sedari sekarang, supaya biaya tabungannya tidak berat menjelang harinya. Karena masih 5 tahun lagi, perlu diperhitungkan pula kenaikan harga yang akan terjadi selama 5 tahun itu. Untuk pendidikan, menurut perhitungan kami, terjadi kenaikan sekitar 18-20 persen per tahun. Jadi, kalau mau siapkan dana pendidikan dalam beberapa tahun ke muka, siapkan lebihan dana sekitar sekian persen tadi kalau mau aman. Lalu, dari angka tersebut, katakan 20 persen dari Rp 20 juta, dapat angka Rp 24 juta, pikirkan bagaimana mendapat angka tersebut dengan investasi setiap sebulannya. Lihat pula kemampuan kita dengan sekolah yang dituju. Jika gaji kita hanya, katakanlah, Rp 5 juta, sementara biaya sekolah per bulannya juga segitu, kita tidak akan sanggup, jadi, jangan lupa untuk menghitung segala pengeluaran yang dibutuhkan anak saat sekolah di sana," papar Teguh. 


Dimulai dari kapan sebaiknya menabung untuk pendidikan anak? Teguh mengatakan sedini mungkin, mengingat harga biaya sekolah yang cenderung naik. Dari sana, Teguh membagi tips untuk Anda, yang berencana memiliki anak agar menyiapkan dana pendidikan, sebisa mungkin, dalam bentuk investasi. "Kalau tabungan, biasanya sekitar 3 persen saja per tahunnya, lalu inflasi sekitar 20 persen, tidak akan terkejar. Sebaiknya Anda mulai melakukan perencanaan keuangan dan investasi yang bunganya cukup besar," jelas Teguh yang mengingatkan, pastikan Anda memiliki angka pasti yang ingin dikejar supaya bisa lebih fokus menabung. Jangan lupa untuk menghitung angka pasti itu sudah mencakup biaya masuk sekolah ditambah perkiraan inflasi dan investasi Anda disisihkan dari pendapatan bulanan sekitar 10-30 persen. 

Pilih mana investasinya? Teguh menyarankan untuk mengikuti reksadana, "Reksadana itu merupakan sebuah wadah investasi. Semua dana investor dimasukkan ke dalam situ, lalu akan dikelola oleh manajer investasi. Kemudian manajer investasi akan membelikan saham, obligasi, SBI, dan lainnya. Semua return dimasukkan ke wadah ini, kemudian dibagi rata kepada investor. Si manajer investasi akan mendapatkan fee, bukan hasil dari return investasi. Sehingga keuntungannya untuk investor."

Dijelaskan lagi oleh Teguh, ada 4 tipe reksadana yang populer; reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran, dan reksadana saham. Reksadana pasar uang dikelola dengan dibelikan SBI, atau deposito, disarankan untuk uang yang penggunaannya dalam waktu dekat saja. Kalau reksadana pendapatan tetap, dibelikan obligasi untuk penggunaan dalam jangka waktu sedang. Kalau campuran, bisa macam-macam yang dibelikan, disaranakn waktu penggunaan dananya lebih lama. Kalau reksadana saham, minimal 80 persen investasinya berupa saham, yang risikonya lebih besar, tetapi return-nya lebih besar, sehingga disarankan untuk penggunaan jangka waktu yang masih sangat lama, seperti dana kuliah anak atau dana pensiun


"Setelah menyiapkan dana pendidikan anak yang mendasar, yang lebih penting lagi, siapkan dana pensiun kita. Antara dana pendidikan dan dana pensiun, lebih penting prioritaskan dana pensiun. Karena dana pendidikan, ketika anak sekolah, kita masih produktif, masih bekerja, jadi masih bisa mencicil. Sementara saat kita pensiun, tak baik kita mengandalkan anak untuk masa depan kita. Lebih enak memikirkan dana pensiun sejak muda, lalu dana pendidikan anak disesuaikan dengan sisa kemampuan kita karena saat anak bersekolah, kita masih produktif, masih bisa cari penghasilan," terang Teguh lagi. 
http://female.kompas.com/read/2011/03/21/12351297/Baiknya.Kapan.Memulai.Tabungan.Pendidikan.Anak.

Senin, 07 November 2011

Tips Merancang Anggaran/Dana Pendidikan Anak

Saat si kecil mulai memasuki usia sekolah, yang terpikir pastilah anggaran pendidikannya. Bagaimana cara mengatur anggran rumah tangga agar tujuan pendidikan ank tercapai tanpa mengganggu kebutuhan keluarga? Berikut ini Tips bagaimana merancang anggaran atau dana pendidikan anak:
1. Persiapkan Anggaran Sedini Mungkin. Jangan menunda mempersiapkan dana pendidikan anak. Jika Anda baru mulai menabung saat anak sudah berusia 5 tahun, maka Anda harus mengejar jumlah nominal yang cukup besar dibandingkan dengan Anda sudah memeprsiapkan anggaran sejak si kecil berusia 1 tahun. Selain itu, pasangan muda yang baru memiliki momongan jelas memiliki jangaka waktu yang lebih panjang untuk mempersiapkan dana pendidikan anak dibandingkan pasangan yang sudah mendekati masa pensiun.
2. Atur Jumlah Anggaran Pendidikan Untuk Masing-masing Anak Dalam Pos Yang Berbeda. Jika Anda memiliki anak lebih dari satu, maka sebaiknya anggaran pendidikan dipisah untuk masing-masing anak. Pilihanya bisa dengan menabung dibank, mengikuti asuransi atau bentuk investasi lain.
3. Realistis Dalam Merencanakan Anggaran. Hitung seberapa besar pendapatan Anda berdua dan coba bersikap realistis dalam maerencakan anggaran pendidikan anak. Rancang anggaran pendidikan yang sesuai dengan kemampuan Anda dan pasangan. Jika Anda ingin menyekolahkan si kecil di sekolah mahal tapi harus berutang atau meminjam, hidup Anda akan sulit.
4. Tentukan Prioritas. Jika kebutuhan hidup sangat banyak dan sulit untuk menyisihkan dana pendidikan si kecil, berarti ini saatnya Anda berdua harus mulai mengatur prioritas hidup. Coba kurangi beberapa pos pengeluaran yang tidak terlalu penting, seperti makan di restoran atau belanja pakaian.
5. Pilihan Menyimpan Dana Pendidikan. Seperti diuraikan sebelumnya bahwa ada beberapa cara dalam menyimpan dana pendidikan, yaitu Tabungan dan asuransi. Apa bedanya?
Tabungan:
> Dikeluarkan oleh Bank
> Suku bunga tidak terlalu besar, karena itu jangan terlalu berharap jumlah dana di akhir periode akan jauh lebih besar dari totoal dana yang Anda setorkan setiap bulannya.
> Bisa membantu mempersiapkan dana pendidikan jangka pendek maupun jangka panjang sesuati kebutuhan Anda.
> Anda dapat mengubah volume setorannya sewaktu-waktu berdasarkan keinginan Anda.
> Cocok bagi orang tua yang belum menyisihkan dana tetap setiap bulannya.
> Disetorkan setiap bulan atau didebit dari rekening Anda.
Asuransi:
> Dikeluarkan oleh perusahaan asuransi.
> Nilai pertanggungan yang Anda dapatkan di akhir periode akan lebih tinggi dari total akumulasi dana yang Anda setorkan.
> Sesuai untuk mempersiapkan dana pendidikan bagi anak yang masih kecil (paling ideal dimulai pada usia 1 tahun).
> Asuransi biasanya dibuat untuk mempersiapkan dana pendidikan jangan panjang dan terdiri dari satu paket (misalnya, paket pendidikan dari TK/SD sampai universitas).
> Jumlah setoran atau premi tidak mungkin berubah sesuai kesepakatan awal yang tercantum pada polis asuransi.
> Cocok bagi orang tua yang mempunyai komitmen dan disiplin tinggi untuk menyetorkan uang secara kontinyu dengan nominal tetap dalam jangka waktu tertentu.
> Sesuai juga bagi orang tua yang memilki pengeluaran berubah-ubah setiap bulannya, dengan mengambil opsi autodebet angsuran premi dari tabungannya. Sehingga mau tidak mau, ingat tidak ingat, tabungan Anda akan secara otomatis di debet untuk mengangsur premi asuransi Anda.
6. Alokasi Dana Ideal. Merancang danak pendidikan anak sebenarnya tidak terlalu sulit. Cukup sisihkan sebagaian penghasilan Anda dan pasangan setiap bulanya sehingga target menabung atau membayar asuransi bisa tercapai tanpa harus banyak mengorbankan kebutuhan lainnya. Idealnya adalah menyisihkan 20% dari penghasilan Anda berdua per bulan untuk ditabung. Perinciannya: 5% untuk arus kas keuangan keluarga (senadainya anak sakit keras,dll); 10% untuk tabungan jangka panjang (dana pendidikan atau renovasi rumah, dan sebagainya); 5% untuk berinvestasi (jika Anda menginginkannya).
7. Mencari Bentuk Investasi Lainnya. Jika Anda menginginkan bentuk investasi yang bisa memberikan hasil yang besar (bunga tinggi), sehingga Anda dapat dengan cepat mencapai nominal yang Anda butuhkan untuk memenuhi biaya pendidikan si kecil, ada baiknya Anda tahu betul risikonya. Produk yang memberikan bunga yang tinggi, biasanya juga memiliki risiko yang lebih besar (high risk, high return). Anda bisa mencoba investasi reksa dana yang memiliki risiko paling rendah bila dibandingkan dengan jenis investasi lainnya.
Sumber:Tipsanda.com

Jumat, 04 November 2011

Tabungan Pendidikan

Ilustrasi Tabungan Pendidikan.
NOVITA (usia 6 bln)
Pak ANDI  (usia 30 thn)
Pak ANDI membuka rekening Prudential untuk NOVITA sebesar 500 ribu / bln. Samapi 10 thn.
Bln 1 sebesar 500 ribu
Bln 2 sebesar 500 ribu
Bln 3 sebesar 500 ribu
(HIDUP TIDAK SELAMANYA SESUAI RENCANA)
Bln 4 PAK ANDI terserang penyakit GAGAL GINJAL.
Kalau peristiwa terjadi maka,
Manfaat yang di berikan Prudential adalah :
  1. Prudential akan menyetop tabungan pendidikan a/n NOVITA.
  2. Prudential akan ganti menabungkan a/n NOVITA sebesar 500 ribu/bln sampai NOVITA berusia 25 thn.
ARTINYA **
Walaupun orang tua NOVITA (si ayah) mengalami sakit kritis atau bahkan meninggal, masa depan NOVITA tetap bisa KULIAH karena Prudential ganti menabungan tabungan a/n NOVITA sampai usi 25.
Fasilitas tambahan untuk NOVITA :
  1. Kartu Sehat Pru Hospital & Surgical s/d NOVITA berusia 75 thn.
  2. Jika NOVITA sakit dan di rawat di Rumah Sakit maka akan mendapatkan bantuan 500 ribu per hari max 120 hari per tahun.
  3. Jika NOVITA sakit dan dirawat di ICU, maka akan mendapatkan bantuan 1 jt per hari max. 30 hari per tahun.
  4. Jika NOVITA meninggal dunia maka Prudential akan memberikan bantuan 100 juta + Tabungan + Hasil Investasi.
  5. Dana bisa di ambil di atas 3 th. Dan pengambilan dana min. 500 ribu.

MAU BUKA REKENING BAGUS INI ?

Hub. 085 755 034 062 

email: masjie@ymail.com