Tampilkan postingan dengan label asuransi prudential. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label asuransi prudential. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 September 2016

Larangan Syari’ah Dalam Berasuransi Yang Harus Dihindari

Untuk Anda yang beragama Islam, saat ini ada pilihan asuransi yang bisa diambil tanpa melanggar syari’ah dan aturan agama yang berlaku dalam Islam. Prudential sendiri memiliki produk baru yang laris dipasaran bernama PRUlink Syari’ah sebagai solusi Anda berasuransi dan menjalankan syari’ah agama secara beriringan.
Dengan mengambil produk ini, maka secara tidak langsung kita akan terhindar dari 5 larangan syari’ah yang telah ditentukan dalam agama Islam, yaitu :

Larangan Gambling atau Perjudian

Ada sebuah pendapat yang dikatakan oleh salah seorang calon nasabah saya,
“Salah satu hal yang membuat saya tidak mau mengambil asuransi adalah karena apabila tidak melakukan klaim, maka sebagian uang saya akan hangus! Hal ini akan membuat perusahaan asuransi menjadi untung, dan saya menjadi rugi.”
Pendapat tersebut pun banyak dilontarkan oleh masyarakat yang saya temui di lapangan. Mereka merasa gambling dengan kenyataan tersebut. Apabila pengajuan klaim tidak dilakukan, mereka akan merasa rugi karena sebagian uang yang dibayarkan akan terbuang sia sia sehingga menguntungkan pihak perusahaan asuransi. Dan ketika mereka melakukan klaim, mereka merasa uang tersebut bukanlah haknya karena rata rata uang pertanggungan yang dibayarkan perusahaan asuransi jumlahnya lebih besar dari jumlah premi yang telah mereka bayarkan.
Demikianlah pertimbangan yang umum terjadi di lapangan, khususnya mereka yang memegang prinsip syari’ah. Itulah sebabnya kenapa Prudential mengeluarkan produk PRUlink Syari’ah dengan konsep Tabarru’-nya. Yaitu konsep dimana setiap pesertanya mengikhlaskan sebagian premi yang dibayarkannya untuk dimasukkan ke dalam dana Tabarru’ yang akan digunakan untuk melindungi dirinya sendiri serta untuk melindungi nasabah lainnya.
Melalui produk PRUlink Syari’ah, itikad baiklah yang akan muncul! Tidak ada pertimbangan untuk mencari keuntungan sendiri melalui asuransi, dan tidak ada ketakutan untuk merasa dirugikan, karena semuanya bekerjasama dengan menunaikan dana iuran Tabarru’ yang nantinya akan digunakan untuk menolong dan melindungi sesama.

Larangan Membebankan Resiko

Syari’ah Islam menganjurkan kita untuk berdiri sendiri dan tidak berpangku tangan dan mengharapkan belas kasihan dari orang lain baik perorangan maupun kelompok.
Melalui produk PRUlink Syari’ah, setiap anggotanya telah mengikuti anjuran agama tersebut karena saat mereka mengikuti program ini, maka konsepnya adalah berbagi resiko (risk sharing), dan bukannya mengalihkan resiko (risk transferring) ke perusahaan asuransi.

Jangka Waktu Berapa Lama Uang Asuransi Prudential Bisa Diambil?

Artikel ini sengaja saya buat untuk menjawab pertanyaan para nasabah atau calon nasabah yang sering mengajukan pertanyaan seperti judul artikel ini, yaitu “jangka waktu berapa lama uang asuransi Prudential bisa diambil?”. Inti dari pertanyaan tersebut adalah keingintahuan tentang kepastian waktu untuk mengambil tabungan asuransi Prudential.
Sebagai tenaga pemasaran atau agen Prudential yang berlisensi saya tentu faham sekali tentang hal ini, tetapi bagi nasabah hal ini masih menjadi hal yang harus ditanyakan. Oleh karenanya, artikel ini akan menjawab pertanyaan tersebut secara detail dan dengan penjelasan yang sederhana.
Secara umum, jangka waktu berapa lama uang asuransi Prudential bisa diambil dibagi ke dalam 3 tahap sebagai berikut :

Jangka Waktu Paling Cepat

Setiap produk asuransi Prudential paling cepat diambil dalam waktu 2 tahun. Jadi, apabila Anda sudah 2 tahun membayar premi secara rutin, kemudian di tahun ke-3 Anda ingin mengambil saldo yang ada, maka itu boleh boleh saja.
Akan tetapi, jika Anda mengambil di waktu tersebut, maka keuntungan yang didapatkan akan sangat sedikit, karena pihak Prudential akan mengalokasikan simpanan premi yang nasabah bayarkan selama 2 tahun tersebut untuk digunakan sebagai antisipasi biaya biaya, seperti biaya akuisisi dan biaya asuransi.
Jadi, saldo yang terkumpul selama 2 tahun masih kecil jika diperhitungkan dengan uang yang sudah Anda keluarkan. Dan apabila Anda menghabiskan semua saldo yang ada, maka ada kemungkinan manfaat asuransi yang seharusnya Anda dapatkan akan terhenti (laps).
Belum lagi apabila Anda melakukan pengambilan di waktu tersebut, akan ada biaya pajak yang harus dibayarkan sehingga akan mengurangi saldo simpanan Anda. Oleh karena itu, nasabah yang mengikuti program asuransi dianjurkan untuk tidak melakukan pengambilan saldo tabungannya (withdrawal) sebelum tahun ke-3

Jangka Waktu Standar

Lapisan kedua dalam hal jangka waktu berapa lama uang asuransi Prudential bisa diambil adalah setelah tahun ke-3. Di tahun ini Anda bisa melihat perkembangan saldo tabungan yang cukup bertambah karena di tahun ini beberapa biaya sudah ditiadakan. Dan nasabah yang melakukan pengambilan saldo di tahun ini tidak akan mendapatkan potongan pajak seperti pengambilan sebelum tahun ke-3.
Di masa ini, Anda bisa mengambil saldo asuransi Prudential apabila ada kepentingan atau kebutuhan yang sangat mendesak. Tapi, agar saldo Anda berkembang dengan baik sesuai ilustrasi yang dibuat pada saat pengisian SPAJ, maka saya tidak menganjurkan Anda untuk melakukan penarikan dana (withdrawal).
Kalau pengambilannya secukupnya, dan untuk kepentingan yang sangat mendesak sekali, Anda tentu diperbolehkan melakukannya, dengan konsekwensi nilai tunai Anda akan berkurang dan perkembangan dana investasinya tidak akan sesuai lagi dengan yang tercantum di ilustrasi.

Jangka Waktu Paling Lama

Khusus poin ketiga ini, sebetulnya tidak ada batasan paling lama. Karena Anda diperbolehkan untuk tetap menyimpan saldo tabungan Anda hingga beberapa tahun yang akan datang, karena semakin lama saldo tersebut disimpan, maka nilai tunainya akan semakin bertambah dari tahun ke tahun. Itulah sebabnya kenapa jenis tabungan ini disebut dengan tabungan masa depan, karena manfaat dan keuntungannya akan Anda rasakan di masa depan, tepatnya belasan atau puluhan tahun yang akan datang.
Dan perlu Anda ingat, bahwa walaupun Anda telah berhenti membayar premi di tahun ke 10, manfaat asuransi yang dididapatkan belum berhenti, dengan syarat polis masih aktif yang ditandai dengan masih adanya nilai tunai pada saldo tabungan Anda. Jika hal itu masih ada, maka Anda masih mendapatkan jaminan kesehatan hingga usia 65 atau 75 tahun, jaminan uang pertanggungan sampai usia 99 tahun, dan jaminan asuransi lainnya sesuai pernjanjian polis.
Jadi, tabungan asuransi Prudential sebaiknya disimpan lebih lama karena uang tersebut akan berkembang lebih besar dibandingkan dengan tabungan di bank. Saat ingin diambil, maka ambillah dengan menyisakan saldo agar manfaat asuransi bisa tetap berlaku. Karena saldo tersebut tidak akan hangus atau hilang walaupun kita sudah meninggalkan dunia ini, karena uang pertanggungan dan saldo nilai tunai akan diterima oleh ahli waris kita, seperti istri, anak, cucu, atau saudara kita.
Penjelasan tentang tabungan asuransi akan sangat panjang kalau dijelaskan sekaligus, apalagi kalau diuraikan melalui tulisan. Oleh karena itu, jika Anda ingin mendapatkan penjelasan lebih lanjut atau ingin bertanya hal hal penting mengenai asuransi Prudential, maka saya membuka diri untuk bersilaturahmi dengan Anda dan menjelaskannya dengan melakukan tatap muka secara langsung. Untuk melakukannya, silahkan Anda hubungi saya.
Semoga penjelasan tentang jangka waktu berapa lama uang asuransi Prudential bisa diambil di atas bisa memberikan gambaran tentang prosedur yang seharusnya nasabah lakukan terhadap saldo tabungan asuransinya. Karena ini adalah tabungan masa depan, maka sadari hal itu karena simpanan dan investasi yang Anda sisihkan di hari ini baru akan dinikmati hasilnya beberapa tahun mendatang. Semoga bermanfaat 🙂

Sabtu, 25 Januari 2014

Mengapa anda butuh asuransi pendidikan

Asuransi Pendidikan Prudential untuk Buah Hati Anda
 
Sadarkah anda bahwa biaya pendidikan akan meningkat hingga 100% dalam 10 tahun mendatang ? Banyak sekali para orang tua yang kurang tanggap akan hal ini, oleh karena itu segeralah persiapkan dana pendidikan anak anda sedini mungkin agar impian dan cita-cita anak anda terpenuhi kelak.
Suatu kebanggaan bagi para orang tua apabila dapat mewujudkan cita-cita anaknya, namun bagaimana dengan para orang tua yang tidak mampu mewujudkan impian dan cita-cita anaknya? terkadang anak-anak tidak bisa melanjutkan pendidikan, atau pun kalau melanjutkan tidak sesuai dengan cita-cita anak disebabkan kurangnya dana pendidikan yang tersedia.
Untuk menghindari hal tersebut, alangkah baiknya bila anda segera mempersiapkan tabungan pendidikan untuk anak anda sejak dini. Banyak diantara para orang tua menabung dananya di Bank dengan besar tabungan ala kadarnya, tanpa memperhatikan tujuan ataupun besar biaya yang akan dikeluarkan kelak. Bagaimana jika terjadi suatu resiko dalam menabung, anda atau anak anda kurang beruntung, Misalkan Sakit dan harus dirawat di rumah sakit, setidaknya, dana tabungan akan diambil bukan untuk biaya perawatan rumah sakit, tidakkah tabungan anda akan berkurang? Sudahkah anda memikirkan resiko tersebut ?
Apalagi jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada orang tua (bisa ayah atau ibu) sebagai pencari nafkah, misalnya sakit kritis, cacat tetap atau bahkan meninggal. Tabungan yang semula untuk tujuan pendidikan harus mau tidak mau dikorbankan, dan selanjutnya bisa dipastikan tidak ada lagi tabungan pendidikan yang tersedia. Akhirnya impian dan cita-cita anak anda pun harus jadi korban dan hanya tinggal dalam sebuah mimpi.
Tentunya Anda tidak mau hal ini terjadi pada diri Anda dan keluarga bukan?
Syukurlah sekarang sudah ada Solusi untuk masalah diatas. Dimana dengan mengikuti asuransi pendidikan prudential, dana pendidikan untuk anak anda akan “AMAN” dan pastinya “SELALU TERSEDIA” saat kita butuhkan. Mengapa demikian ? Karena dengan menabung di Asuransi Pendidikan Prudential anda juga mendapatkan PROTEKSI, baik kesehatan, cacat tetap, sakit kritis atau pun meninggal, TANPA mengurangi jumlah tabungan yang kita setor. jadi kita Menabung sekaligus terlindungai, Untung Bukan ?
Contoh kasus Menabung di Asuransi Pendidikan Prudential :
Budi (anak) usia : 5 tahun dan Pak Arif (ayahnya) usia : 30 tahun
Disini Pak Arif mempunyai rencana Menabung untuk Biaya Pendidikan dengan menempatkan dananya di Asuransi Pendidikan Prudential dengan premi perbulan Rp 1 juta (atau 12 juta setahunnya), berencana menabung selama 10 tahun saja.
Manfaat yang diperoleh dari Asuransi Pendidikan Prudential yaitu :
Nilai tunai : Pada saat usia Budi 18 tahun (masuk kuliah) tersedia dana Rp 212,770,000,- dan jika dibiarkan saja atau baru mengambilnya pada saat usia Budi 25 tahun, dana anda berkembang menjadi Setengah Milyar atau tepatnya Rp 519,718,000,-, dan bila dana tersebut tidak diambil, maka bisa menjadi Rp 2,026,000,000 yang dapat digunakan untuk modal usaha atau lainnya. jadi hanya dengan Menabung 1 juta tiap bulan selama sepuluh tahun bisa menghasilkan setengah milyard bahkan lebih.
Manfaat Perlindungan :
- Jika dalam perjalanan menabung Budi kurang beruntung misal sakit dan harus rawat inap, maka Asuransi Pendidkan Prudential akan memberikan biaya rawat inap, baik biaya kamar, biaya dokter, aneka perawatan, dan biaya sebelum masuk Rumah Sakit, Selama dan setelah masuk rumah sakit, maksimum Rp. 215.000.000 / tahun.
- Manfaat uang pertanggungan, apabila tertanggung meninggal dunia, maka akan mendapat dana santunan (warisan) bagi keluarga yang ditinggalkan, sebesar Rp. 240.000.000
- Disamping itu jika orang tua (Pak Arif) mengalami resiko misalnya Cacat Tetap, Sakit Kritis atau bahkan meninggal maka selanjutnya Asuransi Pendidikan Prudential yang akan mengambil alih tabungan untuk Budi, dengan menabungkan Rp. 1000.000/bulan sampai dengan usia Budi 25 tahun, jadi dana pendidikan Budi tetap aman.
Jadi bisa disimpulkan, apapun resiko atau masalah yang terjadi, baik yang menimpa si ANAK atau ORANG TUA, maka DANA PENDIDIKAN akan selalu tersedia, pada saat ANDA membutuhkannya.

Untuk konsultasi mengenai asuransi pendidikan untuk anak anda, hubungi saya di 085 755 034 062 atau pin BMM 750B4666

Minggu, 29 September 2013

Melindungi Masa Depan

Beberapa data yang diambil dari berbagai sumber resmi yang perlu diketahui bahwa sepanjang tahun 2012, setiap hari terjadi 292 kasus kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Dari kecelakaan tersebut, sebanyak 85 orang meninggal dan 97 lainnya luka berat dan cacat tetap total. Angka ini didasarkan pada data badan Pusat Statistik  yang mencatat jumlah kecelakaan lalu lintas pada tahun tersebut mencapai 108.696 kasus dengan jumlah korban meninggal dunia 31.195 orang dan 35.285 korban luka berat.
Pada tahun yang sama, Komite Keselamatan Transportasi Transportasi mencatat 32 kasus kecelakaan pesawat terbang.
Sementara itu menurut Badan Penanggulangan Bencana, banjir yang terjadi di seluruh Indonesia setidaknya berjumlah 91 kasus dimana musibah ini hanya terjadi di kwartal pertama tahun 2012. Sebagian banjir ini diikuti bencana tanah longsor dan memakan korban jiwa.
Menurut WHO (Worth Health Organization), sebanyak 12,7 juta orang terkena penyakit kanker di seluruh dunia dan 7,6 orang diantaranya meninggal dunia. WHO bahkan memperkirakan jumlah kematian karena kanker akan melonjak 80% pada tahun 2030 jika tidak adanya upaya pencegahan.
Di Indonesia sendiri dari 40 wanita yang didiagnosa menderita kanker serviks (kanker mulut rahim), diantaranya meninggal setiap hari dan WHO menempatkan Indonesia sebagai Negara dengan jumlah penderita kanker serviks terbesar di dunia.
Untuk kasus serangan jantung sendiri terjadi setiap 20 detik di seluruh dunia yang menyebabkan kematian setiap menitnya. Dari yang terserang jantung tersebut, hanya 9% diantaranya berhasil selamat dan sempat dirawat di rumah sakit, walau akhirnya sebagian besar meninggal dunia.
Ini semua belum dilihat dari kecelakaan yang terjadi karena penyebab lainnya seperti kebakaran misalnya.
Jumlah kematian ini jauh lebih besar dibandingkan korban karena peperangan.
Data ini memperlihatkan kepada kita bahwa musibah selalu mengancam disekitar kita setiap saat. Juga menggambarkan betapa rapuhnya diri kita atas segala resiko baik resiko penyakit, resiko kecelakaan bahkan resiko kematian itu sendiri. Ketidakpastian akan kesehatan, kelangsungan hidup dan keamanan financial sangat jelas terlihat.
Namun demikian fakta mengatakan bahwa kesadaran akan asuransi masih sangatlah rendah sehingga masih banyak masyarakat Indonesia yang enggan untuk memiliki asuransi. Padahal kita tahu bahwa asuransi merupakan alat bantu dalam memproteksi seseorang saat terjadinya sebuah resiko, terutama resiko keuangan dimana semua musibah yang terjadi akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit bahkan besar dan sangat besar.
Mengapa asuransi ini membantu karena saat resiko itu terjadi, perusahaan  asuransi akan memberikan penggantian atau perlindungan financial bahkan dalam dalam makna yang lebih luas asuransi dapat memperkuat perekonomian keluarga dan bangsa. Hal ini yang menyebabkan agen asuransi tidak hanya menawarkan produk hanya berdasarkan polis saja melainkan juga investasi jangka panjang yang nantinya akan bermanfaat terutama saat kita mencapai usia pensiun maupun saat memerlukan dana untuk menunaikan ibadah keagamaan.
Hidup itu indah, maka bijaksanalah jika menjaga ketidakpastian karena resiko ini dengan mempersiapkan diri, menjaga dan Melindungi Masa Depan.

Kamis, 31 Januari 2013

Prudential Indonesia Sudah Bayar Klaim Rp 4,4 Triliun


Liputan6.comLiputan6.com, Jakarta: Perusahaan asuransi, PT Prudential Life Assurance (Prudental Indonesia) melaporkan penerimaan premi perusahaan di kuartal III-2012 mencapai Rp7,7 triliun atau naik 28 persen dibandingkan posisi setahun yang lama.

Pada periode yang sama, perusahaan asuransi asal Inggris ini mengaku telah membayarkan klaim dan manfaat hingga mencapai Rp4,4 triliun. Pembayaran ini naik hampir separuh atau 41,2 persen dibandingkan setahun sebelumnya.

"Hal ini tentunya berkat fondasi bisnis serta kepercayaan nasabah yang kuat,” kata Presiden Direktur Prudential Indonesia, William Kuan, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (27/11/2012).

Prudential mengungkapkan, perusahaan telah menggaet sekitar 300 ribu nasabah baru. Dengan tambahan ini, total nasabah yang dimiliki Prudential telah mencapai 1,6 juta orang.

Pada kuartal III-2012, Prudential Indonesia mencatat peningkatan dana kelolaan sebesar 32 persen menjadi Rp34,4 triliun. Peningkatan ini memicu kenaikan total aset perusahaan menjad Rp38,7 triliun.

Dengan pertumbuhan aset perusahaan ini, Prudential mengklaim kondisi kesehatan keuangan perusahaan jauh melebihi keyentuan minimum dari regulator perasuransian di Indonesia. Rasio kecukupan modal yang telah memperhitungkan aspek risiko (risk based capital/RBC) mencapai 376 untuk portofolio konvensional dan 75,6 persen untuk syariah.

Tak hanya itu, Prudential juga mengklaim perusahaan telah menjadi pemimpin dalam bisnis unit link di tanah air. Namun, perusahaan berjanji akan terus mengembangkan portofolio produk tradisional dan manfaat tambahan lainnya. (IGW)
sumber : http://bisnis.liputan6.com/read/459566/prudential-indonesia-sudah-bayar-klaim-rp-44-triliun